Selasa, 25 Juni 2024 0
Depok. WhatsApp 0818761988
Cibinong. WhatsApp 081385746155

Mengenal Kebutuhan Daya AC

AC (Air Conditioner) adalah alat elektronik yang banyak dipakai di perumahan dan perkantoran. Alat pendingin udara ini memang berkaitan erat dengan kenyamanan suhu ruangan. Apalagi kondisi di wilayah perkotaan yang memiliki suhu udara yang cukup panas meskipun pada malam hari.

AC memang termasuk kebutuhan sekunder karena selain harganya yang relatif mahal dan membutuhkan daya energi listrik yang cukup besar ditambah lagi dengan biaya maintanance. Oleh sebab itu diperlukan pemikiran matang-matang bila Anda ingin memasang unit AC di rumah. Sebaiknya Anda terlebih dahulu menghitung kebutuhan unit AC yang sesuai dengan kebutuhan rumah Anda. Karena ketika Anda berencana membeli AC, tentunya Anda harus memperhitungkan juga daya listrik yang akan bertambah termasuk instalasi kabel listriknya dan MCB. Apakah perlu penambahan daya listrik PLN atau tidak. Anda akan mengetahui perhitungan sederhana untuk mengetahui kapasitas unit AC yang sesuai kebutuhan.

Satuan Pengukuran

Dalam dunia mesin pendingin, ada hubungan yang erat dengan ilmu fisika thermodinamika. Satuan ukuran dasar perhitungan kapasitas AC adalah BTU (British Thermal Unit). BTU adalah ukuran dari jumlah panas yang ada pada ruangan yang digunakan di Inggris dan Amerika. 1 BTU didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 pound air sebanyak 1 derajat Fahrenheit dalam tekanan 1 atmosphere. Fisika banget bukan?

Semakin besar nilai BTU pada AC maka akan semakin besar juga kapasitas keluaran dari AC Anda karena penggunaan compressor juga akan semakin besar. Hal ini berarti udara yang dapat didinginkan akan semakin banyak. Dampaknya adlah konsumsi listrik akan semakin besar.

Tetapi di Indonesia, satuan yang paling sering digunakan adalah satuan PK (Paarden Kracht : Daya Kuda – dari bahasa Belanda).

Perhitungan Kapasitas AC

Cara menghitung kapasitas AC adalah mengalikan luas ruangan dengan 500 (angka koefisien). Hasil yang perkalian yang didapat adalah nilai BTU-nya. Lalu nilai BTU itu tinggal dikonversikan ke nilai PK.

Mari dibuat mudah saja, contohnya:

Ruangan dengan lebar 3 m dan panjang 4 m, bisa dihitung:

3 x 4 x 500 = 6000 BTU (Tinggi ruangan dianggap standar: 3 m)

Kemudian kita menggunakan konversi BTU ke PK:

BTU

PK

4500

½

6750

¾

9000

1

13500

1 ½

Maka kebutuhan AC yang diperlukan untuk ruangan adalah ¾ PK. Tetapi sebagai saran, sebaiknya gunakan AC yang berukuran 1 PK agar kerja AC tidak terlalu berat, karena bila yang digunakan AC ¾ PK, berarti AC harus bekerja lebih berat agar dapat mendinginkan ruangan.

Sumber Sharp Indonesia